Selasa, 23 Februari 2010


BUKU PINTAR MASALAH TANAH

 1.            Para Dansatwil harus bertanggung jawab terhadap aset tanah TNI AD.

 2.            Apabila terjadi penyerobotan oleh masyarakat tindakan yang harus diambil sebagai berikut :

 a.            Dansatwil melarang masyarakat untuk melanjutkan penyerobotan dengan memberikan bukti kepemilikan tanah baik peta maupun surat hibah Pemda.

 b.            Berkoordinasi dengan Zidam IM untuk meminta saran teknis dalam penyelesaian tanah yang ada.

 

c.            Laporkan ke Satuan Atas tentang kronologis permasalahannya agar Komando Atas lebih bijak dan tepat dalam mengambil keputusan.

 3.            Apabila tanah tersebut belum dikuasai masyarakat.

 a.            Laksanakan tindakan pematokan batas tanah. 

b.            Laksanakan pemasangan pagar batas tanah. 

c.            Laksanakan pemasangan papan nama untuk tanah yang bertuliskan “Tanah Milik TNI AD Cq. Kodam IM”.

 

d.            Laksanakan patroli pengecekan tanah milik TNI AD Cq. Kodam IM dan batas-batas serta patok tanah secara berkala. 

e.            Melaporkan pekembangannya ke Komando Atas apabila terjadi permasalahan. 

4.            Apabila tanah tersebut di klaim masyarakat atau instansi selain TNI AD. 

a.            Laksanakan koordinasi dengan cara musyawarah dengan masyarakat atau instansi yang mengklaim tanah tersebut. 

b.            Menyiapkan bukti kepemilikan dengan berkoordinasi dengan Zidam IM selaku Satuan pemberi saran teknis. 

c.            Laporkan ke Komando Atas setiap perkembangan permasalahannya pada kesempatan pertama. 

5.            Apabila aset tanah TNI AD akan diganti rugi, ruilslag atau terkena dampak untuk pembangunan fasilitas umum oleh Pemda. 

a.            Berkoordinasi dengan pihak Pemda setempat. 

b.            Berkoordinasi dengan Zidam IM untuk meminta saran teknis mengenai aturan sewa dan aturan pelepasan hak atas tanah TNI AD yang akan di ruilslag atau terkena dampak pembangunan fasilitas umum. 

c.            Laporkan ke Komando Atas. 

d.            Dalam menentukan ganti rugi/ kompensasi agar Dansatwil tetap memperhatikan faktor potensi pertahanan wilayah dalam rangka mendukung Petahanan NKRI. 

6.            Apabila mendapatkan tanah hibah dari Masyarakat atau Pemda. 

a.            Koordinasikan dengan Pemda untuk lokasi tanah yang disediakan disertai dengan meminta Surat Keterangan Penyerahan Tanah (SKPT) dari pemberi hibah. 

b.            Meminta saran teknis kepada Zidam IM. 

c.            Laksanakan P4 (Patok, Pagar, Papan dan Patroli). 

d.            Laporkan ke Komando Atas. 

7.            Apabila tanah TNI AD akan disewa oleh instansi lain. 

a.            Koordinasikan dengan Zidam IM untuk meminta saran teknis mengenai aturan sewa menyewa tanah TNI AD. 

b.            Laporkan ke Komando Atas. 

8.            Pengamanan Aset Bangunan TNI AD. 

a.            Secara Preventif. 

1)            Pendataan aset bangunan sesuai keputusan Menhankam Nomor Kep/ 28/ VIII/ 1975 tanggal 21 Agustus 1975. 

2)            Penerbitan surat ijin menempati (SIP) 

3)            Sosialisasi peraturan penggunaan rumdis sesuai Surat Telegram Kasad Nomor ST/ 508/ 2006 tanggal 20 April 2006. 

4)            Mengeluarkan aturan/ ketentuan tentang keharusan dan larangan penggunaan rumdis oleh Kotama. 

b.            Secara Represif. 

1)            Tahap Perencanaan. 

a)            Membentuk Tim penertiban rumdis. 

b)            Melaksanakan pendataan penghuni rumah dinas yang tidak berhak sesuai Surat Telegram Kasad Nomor ST/ 508/ 2006 tanggal 20 April 2006. 

2)            Tahap Persiapan. 

a)            Menyiapkan bukti administrasi kepemilikan aset bangunan TNI AD. 

b)            Berkoordinasi dan konfirmasi kepada instansi terkait. 

c)            Menerbitkan surat perintah pelaksanaan. 

d)            Menyiapkan Sarana dan prasarana pendukung. 

3)            Tahap Pelaksanaan. 

a)            Mencabut surat izin penempatan (SIP). 

b)            Memberikan surat peringatan secara tertulis/ somasi sampai dengan 3 kali. 

c)            Melaksanakan pengosongan paksa sesuai Keputusan Menhankam/ Pangab Nomor Kep/ 28/ VIII/ 1975 tanggal 21 Agustus 1975. 

d)            Membuat berita acara simpan barang penghuni. 

4)            Bila terjadi tuntutan hukum. 

·                     Sebelum/ setelah penertiban : 

(1)          Memonitor proses hukum yang sedang berjalan. 

(2)          Menyiapkan data bukti kepemilikan aset 

(3)          Menyiapkan/ dokumen prosedur penertiban yang telah dilakukan. 

5)            Proses hukum. 

a)            Surat Perintah sebagai Tim Penasehat Hukum. 

b)            Terbitkan surat kuasa Tim Penasehat Hukum. 

c)            Tim melaksanakan tugas/ tanggung jawab untuk menangani perkara.

 




 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar